PILDACIL: Taubat (DACIL 4)

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى اَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَ الْاِسْلَامِ وَ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَى اَشْرَفِ الْاَنْبِيَاءالْمُرْسليْنَ. سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ اَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّآبَعْدُ.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Atas limpahan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya, kita masih sempat hadir di tempat yang penuh berkah ini. Shalawat menyertai salam kita kirimkan atas Baginda Nabiyullah Muhammad SAW—manusia terbaik, contoh terbaik, dan panutan bagi kita semua. InsyaAllah, pada kesempatan yang mulia ini, tema yang akan saya bawakan adalah: Taubat.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Semua manusia dijadikan dalam keadaan lemah, serta tidak pernah lepas dari salah dan lupa. Maka dari itu, kalau kita sadar bahwa kita adalah sosok yang lemah dan selalu melakukan kesalahan, serta tidak terhindar dari yang namanya lupa, maka pastilah kita selalu mengerjakan dosa. Kalau sudah sedemikian adanya, maka sudah barang tentu bagi kita sebagai hamba yang selalu berlumuran dosa untuk bertaubat kepada Allah SWT.

Apalagi kita manusia yang tidak punya predikat apa-apa di hadapan Allah. Mari kita lihat Nabi Muhammad SAW yang sudah jelas diampuni segala dosanya, baik yang telah lalu maupun yang akan datang; beliau bertaubat dalam sehari semalam lebih dari 70 kali. Subhanallah! Sedangkan kita manusia yang selalu berlumur dosa, kadang-kadang shalat yang lima waktu saja ditinggalkan, lantas kapan kita mau bertaubat kepada Allah? Astaghfirullahal Adzim.

Ibu-ibu... Bapak-bapak...

Nabi Muhammad SAW dalam sehari semalam bertaubat lebih dari 70 kali. Kalau kita berapa kali dalam sehari semalam, Bu? Pak? Jawabannya mungkin tidak pernah. Sampai kapankah kita selalu bermaksiat kepada Allah? Apakah kita hanya memerlukan rezeki-Nya saja? Astaghfirullahal Adzim.

Saudara hadirin Rahimakumullah,

Dari sekarang marilah kita bertaubat kepada Allah. Malulah kepada Allah; perintah-Nya tidak dikerjakan, malah rezeki-Nya yang selalu dimakan. Bertaubatlah sebelum terlambat, selagi nyawa masih dikandung badan. Kalau kita sudah sekarat, maka segala penyesalan sudah terlambat dan tiada gunanya lagi di hadapan Allah SWT.

Jangan pernah kita menunda-nunda taubat. Ketahuilah bahwa Allah SWT Maha Menerima Taubat hamba-hamba-Nya, bahkan dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Saudara hadirin seiman seakidah yang berbahagia,

Mungkin sampai di sini saja perjumpaan kita, mudah-mudahan bermanfaat. Terima kasih atas segala perhatian dan sampai jumpa di lain kesempatan. Usikum wanafsi bitaqwallah.

Wabillahi Taufik Wassa’adah.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Sumber: BUKU SAKU KUMPULAN MATERI DACIL (DAKWAH CILIK) EDISI 4

Penyusun: KM. AHMAD SYUKUR, S.Pd

0 Komentar