PILDACIL: Pentingnya Ilmu (DACIL 4)

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى اَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَ الْاِسْلَامِ، وَ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَى اَشْرَفِ الْاَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ اَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Atas limpahan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya, kita masih sempat hadir di tempat yang penuh berkah ini. Shalawat menyertai salam kita kirimkan atas Baginda Nabiyullah Muhammad SAW—manusia terbaik, contoh agung, dan panutan bagi kita semua.

InsyaAllah, pada kesempatan yang mulia ini, tema yang akan saya bawakan adalah: Pentingnya Ilmu.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Ilmu mempunyai peranan yang sangat vital dalam perjalanan hidup manusia. Dengan ilmu, kita mampu membedakan mana yang haq (benar) dan mana yang bathil (salah). Dengan ilmu pula, kita akan lebih mantap dan terarah dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Oleh karena itu, menuntut ilmu adalah kewajiban suci bagi setiap Muslim dan Muslimat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ

"Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim dan Muslimat."

Sebagai hamba yang beriman, kita sebaiknya tidak hanya terpaku pada satu bidang saja. Kehidupan akan menjadi tidak seimbang jika kita hanya mengejar ilmu dunia tanpa agama, atau sebaliknya.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Ilmu agama (IMTAQ) dan ilmu pengetahuan umum (IPTEK) memiliki hubungan yang sangat erat; keduanya saling melengkapi. Ada sebuah ungkapan bijak yang mengatakan:

“Science without religion is lame, religion without science is blind.”

Artinya: "Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang, dan agama tanpa ilmu pengetahuan adalah buta."

Tanpa IPTEK, kita akan tertinggal oleh arus globalisasi dan teknologi. Namun sebaliknya, tanpa ilmu agama, seseorang akan mudah terombang-ambing dan terpengaruh dampak negatif kemajuan zaman karena tidak memiliki pegangan iman yang kuat.

Allah SWT menjanjikan derajat yang tinggi bagi hamba-Nya yang memadukan keduanya, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an:

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al-Mujadalah: 11)

Hadirin yang berbahagia,

Dalam kehidupan sehari-hari, kita menyaksikan bahwa orang yang berilmu dan beriman memiliki kedudukan yang terhormat serta sering dijadikan panutan. Begitu mulianya ilmu, sampai-sampai terdapat riwayat yang menyatakan bahwa tidurnya orang yang berilmu itu lebih baik daripada ibadahnya orang yang tidak berilmu (yang dilakukan tanpa dasar ilmu).

Mari kita jadikan momentum ini untuk kembali semangat belajar, baik itu mempelajari ayat-ayat Qauliyah (Al-Qur'an) maupun ayat-ayat Kauniyah (alam semesta), agar kita selamat dunia dan akhirat.

Saudara hadirin seiman seakidah yang berbahagia,

Mungkin sampai di sini saja perjumpaan kita, mudah-mudahan bermanfaat. Terima kasih atas segala perhatian. Usikum wanafsi bitaqwallah.

Wabillahi Taufik Wassa’adah.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Sumber: BUKU SAKU KUMPULAN MATERI DACIL (DAKWAH CILIK) EDISI 4

Penyusun: KM. AHMAD SYUKUR, S.Pd

0 Komentar