اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى اَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَ الْاِسْلَامِ، وَ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَى اَشْرَفِ الْاَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ اَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ.
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Atas limpahan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya, kita masih sempat hadir di tempat yang penuh berkah ini. Shalawat menyertai salam kita kirimkan atas Baginda Nabiyullah Muhammad SAW—manusia terbaik, teladan agung, dan panutan bagi kita semua.
InsyaAllah, pada kesempatan yang mulia ini, tema yang akan saya bawakan adalah: Shalat Itu Tiang Agama.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Shalat merupakan ibadah wajib bagi setiap Muslim dan Muslimat. Tidak ada alasan bagi kita untuk meninggalkannya. Barangsiapa yang mengabaikannya, maka akan dicatat baginya dosa. Sebaliknya, bagi mereka yang mendirikannya, maka gugurlah kewajibannya, terlepas ia dari dosa, dan tercatatlah pahala yang besar di sisi-Nya.
Kelak di hari akhirat, saat kita berdiri menanti keputusan di pengadilan Allah di Padang Mahsyar, seluruh amal ibadah kita tidak akan dihitung sebelum selesainya perhitungan shalat kita. Mengapa demikian? Karena shalat adalah kunci dari segala kebaikan. Bahkan, Baginda Nabi SAW menegaskan:
الصَّلَاةُ مِفْتَاحُ الْجَنَّةِ
"Shalat itu adalah kunci surga."
Hadirin wal Hadirat Rahimakumullah,
Orang yang rajin shalat, insyaAllah akan terjaga dari perbuatan-perbuatan buruk. Shalat yang dikerjakan dengan benar dan khusyuk akan menjadi benteng bagi diri kita agar tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan. Sebagaimana janji Allah SWT dalam Al-Qur'an:
اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ
"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan munkar." (QS. Al-Ankabut: 45)
Dengan mendirikan shalat, seorang hamba akan berusaha menjauhkan dirinya dari kemungkaran, sebab ia menyadari bahwa hal-hal buruk hanya akan merusak hubungan sucinya dengan sang Khaliq.
Hadirin wal Hadirat Rahimakumullah,
Mudah-mudahan kita semua tidak termasuk golongan orang yang melalaikan kewajiban ini. Perlu kita tekankan kembali bahwa shalat adalah kebutuhan kita, bukan sekadar beban. Ia adalah bentuk pengabdian kita sebagai hamba, sebuah kewajiban yang tidak boleh ditawar-tawar apalagi ditunda-tunda.
Saudara hadirin seiman seakidah yang berbahagia,
Mungkin sampai di sini saja perjumpaan kita, mudah-mudahan bermanfaat. Terima kasih atas segala perhatian dan sampai jumpa di lain kesempatan. Usikum wanafsi bitaqwallah.
Wabillahi Taufik Wassa’adah.
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

0 Komentar