اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى اَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَ الْاِسْلَامِ، وَ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَى اَشْرَفِ الْاَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ اَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ.
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Atas limpahan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya, kita masih sempat hadir di tempat yang penuh berkah ini. Shalawat menyertai salam kita kirimkan atas Baginda Nabiyullah Muhammad SAW—manusia terbaik, contoh agung, dan panutan bagi kita semua.
InsyaAllah, pada kesempatan yang mulia ini, tema yang akan saya bawakan adalah: Berbakti Kepada Kedua Orang Tua.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Teman-teman, saya ingin bertanya... apakah kita semua sayang kepada orang tua kita? Pasti jawabannya sayang. Sebab, jika tidak sayang, maka itu adalah ciri anak yang durhaka. Dan kita tahu, anak yang durhaka hidupnya tidak akan bahagia dan neraka adalah balasannya.
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Mari kita renungkan sejenak. Saat hamil, Ibu kita selalu dalam kepayahan mengandung kita selama sembilan bulan. Sementara Bapak bekerja keras siang dan malam, memeras keringat demi menyambut kelahiran kita dan mencukupi kebutuhan kita. Bahkan sampai detik ini, kasih sayang mereka tiada terkira luasnya. Subhanallah, betapa mulia jasa kedua orang tua kita!
Begitu mulianya kedudukan mereka, sehingga Allah SWT melarang kita untuk menyakiti hati mereka, meski hanya dengan satu kata kecil saja. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا
"...maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik." (QS. Al-Isra: 23)
Hadirin yang berbahagia,
Jika berkata "ah" saja sudah dilarang oleh Allah, apalagi jika kita sampai membentak atau menyakiti fisik mereka. Keutamaan orang tua, khususnya Ibu, juga ditegaskan oleh Rasulullah SAW saat seorang sahabat bertanya:
"Wahai Nabi, siapakah manusia yang paling berhak mendapatkan penghormatanku?" > Nabi menjawab, "Ibumu." > "Lalu siapa lagi ya Rasul?" > "Ibumu," jawab Nabi lagi.
"Lalu siapa lagi?" > Nabi tetap menjawab, "Ibumu." > Hingga pertanyaan keempat, barulah beliau menjawab, "Ayahmu."
Sungguh luar biasa kedudukan Ibu dan Ayah. Sayangilah mereka berdua, karena murka Allah terletak pada murka kedua orang tua. Marilah kita senantiasa mendoakan mereka:
اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا
Sebagai penutup, ada sebuah pantun untuk kita semua:
Beli kelapa dicampur madu,
Oleh-oleh buah rambutan.
Anak durhaka nggak akan laku,
Anak berbakti jadi rebutan.
Saudara hadirin seiman seakidah yang berbahagia,
Mungkin sampai di sini saja perjumpaan kita, mudah-mudahan bermanfaat. Terima kasih atas segala perhatian. Usikum wanafsi bitaqwallah.
Wabillahi Taufik Wassa’adah.
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sumber: BUKU SAKU KUMPULAN MATERI DACIL (DAKWAH CILIK) EDISI 4
Penyusun: KM. AHMAD SYUKUR, S.Pd

0 Komentar