PILDACIL: Bersama di Tengah Perbedaan

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى اَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَ الْاِسْلَامِ، وَ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَى اَشْرَفِ الْاَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ اَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Atas limpahan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya, kita masih sempat hadir di tempat yang penuh berkah ini. Shalawat menyertai salam kita kirimkan atas Baginda Nabiyullah Muhammad SAW—manusia terbaik, teladan agung, dan panutan bagi kita semua.

InsyaAllah, pada kesempatan yang mulia ini, tema yang akan saya bawakan adalah: Bersama di Tengah Perbedaan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Jika kita mau merenung sejenak, kita akan menyadari bahwa dunia yang kita tinggali ini penuh dengan warna-warni perbedaan. Allah SWT tidak menciptakan kita seragam. Ada laki-laki, ada perempuan; ada suku Madura, suku Jawa, Bugis, Sunda, dan lain sebagainya. Jangankan antar-suku, di dalam satu keluarga pun, sifat dan pemikiran kita bisa berbeda-beda.

Namun, tahukah kita? Perbedaan itu bukanlah alasan untuk berpecah belah, melainkan kehendak Allah agar kita saling melengkapi. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا

"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal." (QS. Al-Hujurat: 13)

Ibu-ibu... Bapak-bapak yang dirahmati Allah...

Kata kunci dari ayat tadi adalah li-ta'aarafuu—untuk saling mengenal, saling memahami, dan saling menghormati.

Bagaimana jadinya jika dunia ini hanya diisi oleh satu warna saja? Pasti akan sangat membosankan. Begitu pula dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama. Perbedaan pandangan atau latar belakang adalah hal yang lumrah. Yang tidak boleh adalah ketika perbedaan itu melahirkan rasa benci, permusuhan, dan saling merendahkan.

Rasulullah SAW mengajarkan kita bahwa ikatan persaudaraan sesama Muslim itu sangatlah kuat, bagaikan satu tubuh yang tidak boleh dipisahkan oleh perbedaan apa pun. Beliau bersabda:

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

"Seorang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain." (HR. Bukhari)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Mari kita jaga persatuan ini. Jangan mudah terhasut oleh ucapan-ucapan yang memecah belah. Mari kita ajarkan kepada anak-anak kita, generasi muda kita, untuk memiliki jiwa yang lapang dada. Didik mereka di lingkungan yang mengajarkan indahnya kebersamaan, seperti di pondok-pondok pesantren atau sekolah-sekolah yang menanamkan akhlak mulia.

Ingatlah, di hadapan Allah, perbedaan fisik, suku, atau status sosial tidak ada nilainya. Yang membedakan kita di hadapan-Nya hanyalah satu, yaitu nilai ketaqwaan kita. Dengan bersatu di tengah perbedaan, kita akan menjadi umat yang kuat dan disegani.

Saudara hadirin seiman seakidah yang berbahagia,

Moga-moga Allah SWT senantiasa mengikat hati-hati kita dalam ukhuwah yang erat dan menjauhkan kita dari perpecahan. Mungkin sampai di sini saja perjumpaan kita, mudah-mudahan bermanfaat.

Terima kasih atas segala perhatian. Usikum wanafsi bitaqwallah.

Wabillahi Taufik Wassa’adah.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sumber        : BUKU SAKU KUMPULAN MATERI DACIL (DAKWAH CILIK) EDISI 6

Penyusun    : KM. AHMAD SYUKUR, S.Pd

0 Komentar